Selasa, 31 Mei 2011

Perancangan Sistem Informasi SDM - Bagian 3

Model Desain Sistem Informasi SDM

Untuk mencapai perbaikan yang diharapkan dari proyek analisis dan desain tersebut, maka perencanaan yang cermat, keahlian teknis, partisipasi pengguna, kesabaran yang tinggi, dan otorisasi manajemen puncak semua nya penting. Perencanaan awal haruslah memasukkan sebuah model menyeluruh yang akan menggambarkan masukan, transformasi, dan keluaran yang diharapkan dari sistem. Bagan 12 menggambarkan sebuah model konseptual dari sistem informasi sumber daya manusia .



Model ini merupakan model sistem biasa yang terdiri atas masukan, transformasi, keluaran, pengendalian dan unsur umpan balik . Model tersebut komprehensif karena masukannya mencakup perihal data kepemimpinan dan struktur organisasi serta data mengenai individu seperti pendidikan, keahlian dan demografi. Data masukan kemudian ditransformasikan menjadi informasi untuk pengambilan keputusan dalam bidang rekrutmen, kompensasi, pelatihan, dan evaluasi.

Umpan balik atas efektivitas sistem terdiri dari ukuran kinerja, baik individu maupun ukuran organisasi . Berbagai pengendalian ditempatkan dalam sistem. Tujuan organisasi dan kondisi pasar tenaga kerja eksternal mengendalikan pengumpulan dan penggunaan data sumber daya manusia.

Pedoman Perancangan Sistem Informasi SDM

Dalam perancangan sebuah sistem informasi sumber daya manusia terdiri atas lima tahap utama yaitu :
  1. Analisis sistem pendahuluan
  2. Perancangan sistem
  3. Rekayasa Sistem
  4. Pengujian sistem dan implementasi
  5. Pemantauan dan evaluasi sistem
Bagan 13 memperlihatkan ringkasan langkah dari tiap tahap

Sistem informasi sumber daya manusia boleh dianggap sukses apabila sistem tersebut memenuhi harapan akan biaya sistem yang sepadan dengan ukuran dan kondisi finansial organisasi. Sistem harus dirancang dan diterapkan dengan waktu yang tepat. Waktu 2 sampai 3 tahu biasanya dianggap layak.

Sistem informasi sumber daya manusia haruslah bisa dimodifikasi dan diperluas tanpa merancang ulang keseluruhan sistem. Penekanan pada aktivitas perencanaan haruslah terbukti. Umpan balik harus berkelanjutan agar mampu mengindentifikasi masalah dan kesempatan baru. Arsip data harus diintegrasikan untuk referensi silang di berbagai departemen. Data yang kritis harus tersedia manakala diperlukan. Informasi kritis meliputi karyawan kunci, data keahlian yang esensial, informasi promosi dan kinerja, serta data gaji.
Sumber : online-hr.blogspot.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More